Skip to main content

Improving the Capacity of Village Government is a Must

Following the implementation of Law 6/2014 on Village, there has been remarkable changes in the village authority and revenue. The new law has given more power to village governments and has introduced a new arrangement in the village revenue. Since the law effectively implemented in 2015, in the case of village financial, there has been about 127 trillion of National budget transferred to villages. This amount is intended to increase gradually, so that, by 2019, the central government will allocate around 120 trillion, the amount will be doubled compared to the allocation in 2017. With this amount, each village in Indonesia received around 800 million, and it means in 2018 each village will be anticipated to manage around 1.6 billion.
The abundant revenue received by villages may be end up in two situations. It potentially facilitates the acceleration of village development or it may create a new problem in villages. The first situation possibly to happen if village apparatus has capability to manage the transferred fund. On the contrary, it may lead to a problem of misusing the funds. The ability of village apparatus in preparing village development planning is a fundamental factor to ensure the abundant revenue received by villages will be appropriately spent.
Unfortunately, some cases occurred in some regions involving village heads and staffs seem to be apparent that village apparatus has not had enough planning skill in managing huge village budget.
To conclude, the implementation of Law 6/2014 has resulted in the significant increase of village budget. Indeed, to manage these abundant resources, it’s required capable village apparatus. It’s apparent from the past three year experience that low capacity and skill of most village apparatus in the arrangement of village development planning has exacerbated the situation. This is plainly obvious from some RPJM Desa documents (Medium Term Village Planning Documents) that seem to be merely arranged without going through process as prescribed by the law. In addition, most villages were delayed in finalizing their village budget documents due to the delays in preparing the planning documents.
Seeing the fact, it is crucial to enhance the village apparatus capability to ensure the village budget is prepared appropriately. The training and coaching for village apparatus in preparing village planning documents are expected to improve the capacity of village apparatus in identifying strategic problems in the villages and in seeking reasonable solutions to solve the confronting issues. By then all villages are expected to have better planning documents and implementable in effort to increase the prosperity of village community. Therefore, training and coaching of village apparatus, particularly those involved in the preparation of planning documents is urgent.

Comments

Popular posts from this blog

Live Streaming Maraton: Fenomena Baru Ekonomi Digital dan Parasosial Indonesia

Dunia digital Indonesia kembali dihebohkan oleh fenomena live streaming maraton yang dilakukan oleh Reza Arap, seorang content creator dan YouTuber ternama. Dalam tayangan Youtube berjudul "MARAPTHON: The Last Tale", Reza melakukan siaran langsung non-stop selama 24 jam sehari di rumahnya bersama teman-temannya yang direncanakan akan berlangsung selama 100 hari. Dalam delapan hari pertama saja, ia telah mengumpulkan tip dari penonton mencapai Rp1,7 miliar, termasuk satu donasi anonim senilai Rp300 juta. Fenomena ini mencerminkan transformasi mendalam dalam lanskap ekonomi digital, budaya konsumsi media, dan dinamika sosial masyarakat modern yang layak dikaji secara lebih komprehensif. Live streaming maraton yang dilakukan Reza Arap merepresentasikan konvergensi antara teknologi, entertainment , dan ekonomi digital dalam bentuk yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Platform streaming yang ia gunakan menerapkan model bisnis revenue sharing , di mana pemilik p...

Tak Jadi Santap Siang Bareng Presiden

Meraih emas kategori the best speakers (pembicara terbaik) pada ajang National School Debating Championship (NSDC) di Palu, Sulawesi Tengah pada 10–16 Agustus, bisa mengobati kekecewaan Agung Aulia Hapsah. Pasalnya, pelajar SMA 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser itu, harus merelakan kesempatan emas bertemu Presiden Joko Widodo. Pada saat bersamaan, Agung yang cukup terkenal sebagai salah satu YouTuber tersebut mendapat undangan makan siang bersama Presiden di Istana Negara bersama YouTuber nasional lainnya, seperti Arief Muhammad, Cheryl Raissa, dan Natasha Farani. Ali Hapsah, ayah Agung membenarkan hal itu. Pasalnya, Agung harus terbang ke Palu untuk mewakili Kaltim.  “Agung adalah salah seorang yang diundang Pak Presiden. Tapi tak bisa hadir, karena harus mengikuti lomba debat bahasa Inggris di Palu,” kata Ali Hapsah. Meski demikian, pria ramah itu mengaku bangga karena karya-karya Agung khususnya di bidang sinematografi, mendapat perhatian dari presiden. “Ap...

Tantangan dan Harapan FSIKP UMI di Era Disrupsi Digital: Surat Terbuka untuk Almamater dan Para Alumni

Ada kenangan yang tidak pernah benar-benar pergi. Kampus Kakatua, Fakultas Sastra UMI di era tahun sembilan puluhan, aroma kertas diktat yang baru difotokopi, suara mesin tik yang bersaing dengan komputer generasi pertama, (wordstar, lotus) dan diskusi-diskusi panjang tentang Shakespeare, Chairil Anwar, hingga pergolakan politik yang sedang menggeliat di luar tembok kampus. Masa itu terasa jauh, namun relevansinya justru terasa kian mendesak hari ini. Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI Makassar kini berdiri di persimpangan yang menentukan. Di satu sisi, warisan intelektual dan nilai-nilai keislaman yang telah menjadi fondasinya selama puluhan tahun. Di sisi lain, badai disrupsi teknologi digital yang tidak memberi ampun kepada siapa pun yang memilih diam. Pertanyaannya bukan lagi apakah transformasi diperlukan. Pertanyaannya adalah seberapa dalam keberanian kita untuk berubah? Mari kita jujur kepada diri sendiri. Hari ini, sebuah algoritma kecerdasan buatan ma...