S etiap 17 Agustus, bendera merah putih berkibar di setiap sudut kampung. Anak-anak berteriak "Merdeka!" sambil mengikuti lomba balap karung. Tapi di balik semarak perayaan itu, ada pertanyaan yang mengganjal: sudahkah kemerdekaan ini benar-benar dirasakan oleh wong cilik? Sudahkah Mak Inah yang jualan gorengan di pinggir jalan, Pak Jarwo yang kerja serabutan, atau Mbak Sari yang ngontrak kamar sempit di kampung padat merasakan "kemerdekaan" yang diproklamasikan 80 tahun lalu? Ketika Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan, mereka tidak bermimpi tentang gedung-gedung pencakar langit atau mall mewah. Mereka bermimpi tentang petani yang tidak lagi diperas, buruh yang mendapat upah layak, dan anak-anak kampung yang bisa sekolah tanpa khawatir biaya. Bung Karno pernah bilang: "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!" Dia ingin Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri - berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan punya kepribadian yang kha...
Personal Blog of Ali Hapsah