Skip to main content

About Me

Nama saya M. Ali Hapsah. Saat ini saya bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Sejak tahun 2017, saya menetap di Jakarta dan bergabung sebagai ASN Pusat. Keputusan tersebut menjadi titik balik penting dalam karier saya, sebuah langkah untuk keluar dari zona nyaman setelah hampir dua dekade berkiprah di pemerintahan daerah.
Sebelum bergabung dengan Kementerian Ketenagakerjaan, saya mengabdikan diri selama kurang lebih 18 tahun di Pemerintah Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Pengalaman bekerja di daerah membentuk pemahaman saya tentang realitas pembangunan, keterbatasan kapasitas institusi lokal, serta pentingnya kebijakan yang membumi dan kontekstual. Perspektif tersebut terus saya bawa dalam peran-peran di tingkat pusat.
Secara akademik, saya berlatar belakang ilmu sosial. Saya menyelesaikan Program Doktor Ilmu Sosial di Victoria University, Australia, serta program Magister di bidang Regional and Community Development di universitas yang sama. Studi ini saya jalani sebagai penerima Australian Leadership Awards (AusAID), sebuah beasiswa bagi calon pemimpin masa depan di kawasan Asia Pasifik. Fokus kajian saya berkaitan dengan kebijakan desentralisasi dan tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dampaknya terhadap pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan.
Dalam peran saya saat ini di Kementerian Ketenagakerjaan, saya terlibat dalam berbagai inisiatif yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Kerja-kerja tersebut mencakup perumusan kebijakan dan standar kompetensi, penguatan sistem pelatihan vokasi, pengembangan model peningkatan produktivitas di tingkat perusahaan, serta kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pelatihan, dan mitra internasional. Fokus utama dari pekerjaan ini adalah menjembatani kebijakan dengan praktik, agar pengembangan tenaga kerja benar-benar berdampak pada kinerja, daya saing, dan kualitas kerja.
Selama menempuh studi di Australia, saya aktif dalam berbagai kegiatan kepemimpinan dan organisasi, antara lain sebagai pengurus Victoria University Postgraduate Association (VUPA), pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Pusat periode 2009–2010, serta team leader kegiatan International Orientation Day. Saya juga terlibat dalam pembentukan Victoria University Indonesian Student Association (VUISA). Atas kontribusi tersebut, Victoria University menganugerahkan Student Leadership Award pada tahun 2010.
Di luar kegiatan akademik, saya juga bekerja paruh waktu sebagai Rover dan Research Ambassador di Victoria University, mendampingi mahasiswa yang menghadapi tantangan dalam studi dan riset. Pengalaman ini memperkuat keyakinan saya bahwa kepemimpinan yang bermakna bertumpu pada empati, pembelajaran, dan pelayanan.
Blog ini saya kelola sebagai ruang pribadi untuk menulis dan berbagi refleksi tentang kebijakan, kepemimpinan, pembelajaran lintas konteks, serta upaya mencari makna dalam perjalanan kerja dan kehidupan.

Comments

  1. Luar biasa memang bapak ini. Agung Hapsah bangga sekali pasti punya Bapak yang mendukung kegiatan anaknya. Salam.

    ReplyDelete
  2. Luar biasa kanda, kami mandar Tanah Grogot

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pertambangan Batu di Adolang: Antara Janji Kesejahteraan dan Ancaman Kehidupan

Indonesia yang kaya akan sumber daya mineral kerap menghadapi paradoks klasik: bagaimana eksploitasi sumber daya alam dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan harmoni sosial? Kasus pertambangan batu di wilayah adat Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menawarkan cermin reflektif dalam memahami kompleksitas hubungan antara pertambangan, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Yang membuat kasus ini semakin rumit adalah kenyataan bahwa masyarakat Adolang sendiri terbelah: ada yang melihat tambang sebagai peluang ekonomi, ada pula yang melihatnya sebagai ancaman eksistensial terhadap kehidupan mereka. Aktivis masyarakat adat telah menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap operasi pertambangan Galian C yang beroperasi sejak beberapa tahun terakhir. Meskipun mengantongi izin resmi dengan luas konsesi puluhan hektare untuk komoditas batu gunung, keberadaan tambang ini memantik resistensi dari sebagian...

Catatan Akhir Tahun: Kontribusi, Kolaborasi dan Komtemplasi

Tahun 2025 telah berlalu dengan segala rupa pengalaman: kegembiraan dan kesedihan, pencapaian dan kehilangan, pertemuan dan perpisahan. Ketika saya merenungkan perjalanan dua belas bulan terakhir ini, saya menyadari bahwa hidup adalah sebuah tapestri rumit yang ditenun dari benang-benang kontras: cahaya dan bayangan, sukses profesional dan duka pribadi, momentum maju dan momen refleksi yang memaksa kita berhenti sejenak. Setahun yang lalu, saya menerima amanah sebagai Direktur Bina Peningkatan Produktivitas di Kementerian Ketenagakerjaan, sebuah tanggung jawab yang tidak saya ambil dengan enteng. Produktivitas, dalam pemahaman saya, adalah jantung dari kemajuan bangsa, adalah ukuran seberapa efektif kita mengubah sumber daya menjadi kesejahteraan, mengubah potensi menjadi prestasi. Dalam setahun ini, bersama tim yang luar biasa, kami berhasil menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia untuk bidang Produktivitas, sebuah pencapaian ya...

Tantangan Dunia Ketenagakerjaan di Era Revolusi Industri 4.0

Indonesia memiliki populasi SDM terbesar ke-4 di dunia, yaitu sekitar 260 juta jiwa atau setara dengan 40 persen dari total jumlah populasi ASEAN. Memasuki era bonus demografi yang akan terjadi pada kurun waktu 2020-2030, semakin memposisikan Indonesia sebagai negara yang paling berpotensi bergerak maju dalam percaturan global. Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia pada tahun 2030 mendatang. Indonesia memiliki populasi SDM terbesar ke-4 di dunia, yaitu sekitar 260 juta jiwa atau setara dengan 40 persen dari total jumlah populasi ASEAN. Memasuki era bonus demografi yang akan terjadi pada kurun waktu 2020-2030, semakin memposisikan Indonesia sebagai negara yang paling berpotensi bergerak maju dalam percaturan global. Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia p...