Skip to main content

Welcome

Selamat datang di Blog pribadi M. Ali Hapsah. Blog ini adalah ruang pribadi untuk mencatat pikiran, pengalaman dan refleksi tentang kerja, kepemimpinan, kebijakan publik dan kehidupan.
Tulisan-tulisan di sini lahir dari perjalanan panjang di dunia kerja dan pembelajaran, baik di dalam negeri maupun melalui perjumpaan lintas budaya dan lintas disiplin. Pengalaman bekerja di sektor publik, berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta menjalani beragam peran profesional menjadi bahan baku refleksi yang kemudian dituangkan secara jujur dan apa adanya.
Blog ini tidak dimaksudkan sebagai etalase jabatan atau pencapaian. Ia lebih merupakan ruang untuk merangkai makna dari pengalaman tentang keputusan yang diambil, proses belajar yang dijalani, kesalahan yang disadari, dan nilai-nilai yang perlahan terbentuk seiring waktu. Sebagian tulisan bersifat analitis dan berbasis pemikiran kebijakan, sementara sebagian lain lebih naratif dan personal, termasuk catatan perjalanan, perjumpaan, dan perenungan sehari-hari.
Tema kepemimpinan kerap hadir, bukan dalam bentuk teori semata, tetapi sebagai praktik yang terus diuji dalam realitas: bagaimana mengambil jarak untuk melihat gambaran besar, lalu kembali turun ke lapangan dengan empati dan kesadaran. Di titik inilah blog ini berusaha menjembatani antara pikiran dan tindakan, antara idealisme dan kenyataan.
Pandangan yang disampaikan di sini sepenuhnya merupakan pandangan pribadi dan tidak mewakili institusi atau organisasi mana pun. Blog ini juga bukan ruang untuk menggurui atau memberi jawaban pasti, melainkan ruang berbagi proses berpikir tentang pertanyaan yang terus berkembang dan pelajaran yang kerap lahir dari jeda.
Jika tulisan-tulisan di blog ini memberi ruang untuk berhenti sejenak, melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda, atau mendorong refleksi yang lebih dalam, maka blog ini telah menjalankan perannya.

Salam hangat,

M. Ali Hapsah

Comments

Popular posts from this blog

Pertambangan Batu di Adolang: Antara Janji Kesejahteraan dan Ancaman Kehidupan

Indonesia yang kaya akan sumber daya mineral kerap menghadapi paradoks klasik: bagaimana eksploitasi sumber daya alam dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan harmoni sosial? Kasus pertambangan batu di wilayah adat Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menawarkan cermin reflektif dalam memahami kompleksitas hubungan antara pertambangan, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Yang membuat kasus ini semakin rumit adalah kenyataan bahwa masyarakat Adolang sendiri terbelah: ada yang melihat tambang sebagai peluang ekonomi, ada pula yang melihatnya sebagai ancaman eksistensial terhadap kehidupan mereka. Aktivis masyarakat adat telah menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap operasi pertambangan Galian C yang beroperasi sejak beberapa tahun terakhir. Meskipun mengantongi izin resmi dengan luas konsesi puluhan hektare untuk komoditas batu gunung, keberadaan tambang ini memantik resistensi dari sebagian...

Catatan Akhir Tahun: Kontribusi, Kolaborasi dan Komtemplasi

Tahun 2025 telah berlalu dengan segala rupa pengalaman: kegembiraan dan kesedihan, pencapaian dan kehilangan, pertemuan dan perpisahan. Ketika saya merenungkan perjalanan dua belas bulan terakhir ini, saya menyadari bahwa hidup adalah sebuah tapestri rumit yang ditenun dari benang-benang kontras: cahaya dan bayangan, sukses profesional dan duka pribadi, momentum maju dan momen refleksi yang memaksa kita berhenti sejenak. Setahun yang lalu, saya menerima amanah sebagai Direktur Bina Peningkatan Produktivitas di Kementerian Ketenagakerjaan, sebuah tanggung jawab yang tidak saya ambil dengan enteng. Produktivitas, dalam pemahaman saya, adalah jantung dari kemajuan bangsa, adalah ukuran seberapa efektif kita mengubah sumber daya menjadi kesejahteraan, mengubah potensi menjadi prestasi. Dalam setahun ini, bersama tim yang luar biasa, kami berhasil menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia untuk bidang Produktivitas, sebuah pencapaian ya...

Tantangan Dunia Ketenagakerjaan di Era Revolusi Industri 4.0

Indonesia memiliki populasi SDM terbesar ke-4 di dunia, yaitu sekitar 260 juta jiwa atau setara dengan 40 persen dari total jumlah populasi ASEAN. Memasuki era bonus demografi yang akan terjadi pada kurun waktu 2020-2030, semakin memposisikan Indonesia sebagai negara yang paling berpotensi bergerak maju dalam percaturan global. Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia pada tahun 2030 mendatang. Indonesia memiliki populasi SDM terbesar ke-4 di dunia, yaitu sekitar 260 juta jiwa atau setara dengan 40 persen dari total jumlah populasi ASEAN. Memasuki era bonus demografi yang akan terjadi pada kurun waktu 2020-2030, semakin memposisikan Indonesia sebagai negara yang paling berpotensi bergerak maju dalam percaturan global. Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia p...