Skip to main content

Konferensi Internasional Pelajar Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Tak Jadi Santap Siang Bareng Presiden

Meraih emas kategori the best speakers (pembicara terbaik) pada ajang National School Debating Championship (NSDC) di Palu, Sulawesi Tengah pada 10–16 Agustus, bisa mengobati kekecewaan Agung Aulia Hapsah. Pasalnya, pelajar SMA 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser itu, harus merelakan kesempatan emas bertemu Presiden Joko Widodo. Pada saat bersamaan, Agung yang cukup terkenal sebagai salah satu YouTuber tersebut mendapat undangan makan siang bersama Presiden di Istana Negara bersama YouTuber nasional lainnya, seperti Arief Muhammad, Cheryl Raissa, dan Natasha Farani. Ali Hapsah, ayah Agung membenarkan hal itu. Pasalnya, Agung harus terbang ke Palu untuk mewakili Kaltim.  “Agung adalah salah seorang yang diundang Pak Presiden. Tapi tak bisa hadir, karena harus mengikuti lomba debat bahasa Inggris di Palu,” kata Ali Hapsah. Meski demikian, pria ramah itu mengaku bangga karena karya-karya Agung khususnya di bidang sinematografi, mendapat perhatian dari presiden. “Ap...

Peran Lembaga Pelatihan/Pendidikan Vokasi Dalam Peningkatan Sumber Daya Manusia Di Era Digital

Saat ini kita berada dalam dunia yang telah berubah dari segala sisi. Apa yang dulunya hanya sebuah hayalan fiksi ilmu pengetahuan (science fiction) , sekarang menjadi ilmu pengetahuan yang nyata (science fact) . Perkembangan teknologi informatika dan komunikasi serta penemuan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mengantarkan pada era digitisasi dan otomasi menjadi pemicu terjadinya perubahan yang sangat cepat dan eksponensial. Dalam pusaran angin tornado perubahan dunia yang begitu dahsyat, kita dihadapkan pada dua pilihan: men- drive perubahan atau ter- drive oleh perubahan. Dalam dunia saat ini yang semuanya menuntut respon cepat dan akurat, hanya menyisakan satu ruang bagi individu, kelompok, industri bahkan sebuah bangsa untuk bisa survive , yaitu inovasi. Menteri Ketenagakerjaan sering menyebut, kalau dulu para pejuang kita berteriak “Merdeka atau mati” maka sekarang berganti menjadi “Inovatif atau mati”. Terjangan perubahan di era revolusi industri 4.0 yang j...

Tantangan dan Harapan FSIKP UMI di Era Disrupsi Digital: Surat Terbuka untuk Almamater dan Para Alumni

Ada kenangan yang tidak pernah benar-benar pergi. Kampus Kakatua, Fakultas Sastra UMI di era tahun sembilan puluhan, aroma kertas diktat yang baru difotokopi, suara mesin tik yang bersaing dengan komputer generasi pertama, (wordstar, lotus) dan diskusi-diskusi panjang tentang Shakespeare, Chairil Anwar, hingga pergolakan politik yang sedang menggeliat di luar tembok kampus. Masa itu terasa jauh, namun relevansinya justru terasa kian mendesak hari ini. Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI Makassar kini berdiri di persimpangan yang menentukan. Di satu sisi, warisan intelektual dan nilai-nilai keislaman yang telah menjadi fondasinya selama puluhan tahun. Di sisi lain, badai disrupsi teknologi digital yang tidak memberi ampun kepada siapa pun yang memilih diam. Pertanyaannya bukan lagi apakah transformasi diperlukan. Pertanyaannya adalah seberapa dalam keberanian kita untuk berubah? Mari kita jujur kepada diri sendiri. Hari ini, sebuah algoritma kecerdasan buatan ma...