Skip to main content

Konferensi Internasional Pelajar Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

Tantangan Dunia Ketenagakerjaan di Era Revolusi Industri 4.0

Indonesia memiliki populasi SDM terbesar ke-4 di dunia, yaitu sekitar 260 juta jiwa atau setara dengan 40 persen dari total jumlah populasi ASEAN. Memasuki era bonus demografi yang akan terjadi pada kurun waktu 2020-2030, semakin memposisikan Indonesia sebagai negara yang paling berpotensi bergerak maju dalam percaturan global. Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia pada tahun 2030 mendatang. Indonesia memiliki populasi SDM terbesar ke-4 di dunia, yaitu sekitar 260 juta jiwa atau setara dengan 40 persen dari total jumlah populasi ASEAN. Memasuki era bonus demografi yang akan terjadi pada kurun waktu 2020-2030, semakin memposisikan Indonesia sebagai negara yang paling berpotensi bergerak maju dalam percaturan global. Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia p...

Takbir yang Tak Serentak: Refleksi Sosial atas Perbedaan Hari Raya

Setiap kali bulan Ramadan mendekati ujungnya, umat Islam di Indonesia kembali dihadapkan pada pertanyaan yang sama: kapan kita berpuasa, dan kapan kita berlebaran? Tahun ini, perbedaan itu kembali terjadi. Sebagian memulai puasa lebih awal, sebagian lainnya menyusul sehari kemudian. Ketika Idul Fitri tiba, perbedaan itu kembali menganga, sebagian telah bertakbir, sebagian masih berpuasa. Bagi kalangan terdidik, ini mungkin dipahami sebagai perbedaan metodologi. Namun bagi masyarakat awam, situasi ini sering kali menghadirkan kebingungan, bahkan kegamangan. Lebaran, yang semestinya menjadi simbol persatuan dan kemenangan bersama, justru terasa terbelah dalam praktik. Pertanyaannya: mengapa perbedaan ini terus berulang, dan apakah tidak mungkin kita menemukan jalan untuk menyatukannya? Perbedaan penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri pada dasarnya berakar pada dua pendekatan: hisab dan rukyat. Hisab mengandalkan perhitungan astronomi yang presisi, sementara rukyat menekankan observasi lan...

Kiprah Pelajar Indonesia di Victoria University

Dalam satu dasawarsa terakhir, jumlah pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Victoria University mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Pada tahun 2010 diperkirakan mencapai sekitar 60 orang. Angka ini dianggap cukup besar dibanding pada tahun 2002 yang hanya berkisar sekitar 8 orang. Mayoritas diantara para pelajar tersebut mengambil program pasca sarjana (Postgraduate) terutama untuk tingkat doctoral. Beberapa diantara mereka adalah alumni program Master dari berbagai jurusan di Victoria University, yang kemudian kembali ke VU untuk melanjutkan pendidikan mereka pada jenjang doctoral. Keberadaan Dr. Richard Chauvel sebagai Dosen senior di VU yang juga salah satu pakar tentang Indonesia dari Australia, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Victoria University. Sampai saat ini tercatat sekitar 15 orang mahasiswa PhD berada dibawah bimbingan Dr. Richard Chauvel. Topik penelitian mereka bervariasi, mulai dari isu desentralis...